Entri Populer

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tugas MInggu III


CBIS

CBIS merupakan singkatan dari  Computer Based Information System atau dalam bahasa Indonesia berarti Sistem Informasi Berbasis Komputer. CBIS ini merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. 

A.  Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

B.     Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
C.     Sistem Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

D.    Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

E.     Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Aplikasi utama komputer yang membentuk Sistem informasi berbasis komputer/ Subsistem CBIS adalah :
  •  Pengolahan Data Akutansi ( Information Accounting System )
  •  Sistem Informasi Manajemen ( Management Information System )
  • Sistrem Pendukung Keputusan ( Decision Support System )
  • Kantor Virtual ( Virtual Office)
  • Sistem Berbasis Pengetahuan ( Knowledge Based System )/ Sistem Pakar
Suatu Model Sistem informasi berbasis komputer ( CBIS )
Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan informasi. Informasi disajikan secara lisan atau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari aplikasi yang berbasis komputer yaitu SIA, SIM, DSS, OA, dan ES. Sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau CBIS digunakan untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer
  •  Sistem Informasi Akutansi (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.
Tugas utama sistem informasi ini adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen

Pengumpulan Data
Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

Manipulasi Data
Adalah tugas yang berupa pengubahan data menjadi informasi. Manipulasi data meliputi:
• Classification, identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi.
• Sorting, penyusunan sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lainnya.
• Calculating, operasi aritmetika dan logika yang dilakukan pada eleem data.
• Summarizing, penyimpulan data sehingga dihasilkan total, rata-rata dan lain-lain.

Penyimpanan Data
Data yang telah dicatat kemudian disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis dalam bentuk database.

  •  Sistem informasi manajemen (SIM)
Dalam bahasa Inggris yaitu management information system (MIS). SIM adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

  • Sistem Pendukung Keputusan ( DSS)
DSS merupakan singkatan dari Decision Suport System. Pengembangan DSS berawal pada akhir tahun 1960an dengan adanya penggunaan komputer secara time sharing. Time sharing membuka peluang baru dalam penggunaan komputer. G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott morton bersama- sama menulis dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen
DSS  adalah sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

JENIS DSS :
1.    Retrive information element (memanggil eleman informasi)
2.    Analyze entries fles (menganali semua file)
3.    Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
4.    Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
5.    Propose decision (menawarkan keputusan )
6.    Make decisions (membuat keputusan)

Dalam DSS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :
1.    Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
2.   Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
3.   Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi
Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,
dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

  • Sistem Otomatisasi Kantor ( OA )
Otomatisasai perkantoran adalah semua system informasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berbeda di dalam maupun di luar perusahaan
Tujuan OA :
Secara umum OA dianggap sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas; yang memungkinkan para pekerja kantor memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat dan lebih baik serta dengan penampilan yang lebih menarik; dan mampu menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan

  • Sistem Pakar ( ES )
Secara umum ES adalah system yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke computer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli. ES tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyaratkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut.
Menurut Efraim Turban, system pakar harus mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan.
Ciri-ciri ES :
1.    Memiliki fasilitas informasi yang handal
2.    Mudah dimodifikasi
3.    Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
4.    Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Keuntungan ES :
1.    Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
2.    Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
3.    Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
4.    Meningkatkan output dan produktivitas
5.    Meningkatkan kualitas
6.    Mampu mengambil dan melestarikankeahlian para pakar
7.    Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya
8.    Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
9.    Memiliki realibilitas
10. Meningkatkan kapabilitas system computer
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Kelemahan ES :
1.    Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal
2.    Sulit dikembangkan. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya
3.    System pakar tidak 100% bernilai benar

Kontribusi CBIS
       Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
1.  penghematan waktu (time saving)
2.  penghematan biaya (cost saving)
3. peningkatan efektivitas (effectiveness)
4.  pengembangan teknologi (technology development)
5.  pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

Kesimpulan :
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai poin-poin penting dari CBIS :
  1. CBIS merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis  
  2. Istilah- istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
  3. Subsistem CBIS : Pengolahan Data Akutansi ( Information Accounting System ), Sistem Informasi Manajemen ( Management Information System ), Sistem Pendukung Keputusan ( Decision Support System ), Kantor Virtual/ Sistem Automatisasi kantor/ OA  ( Virtual Office ), Sistem Berbasis Pengetahuan ( Knowledge Based System )/ Sistem Pakar.  
  4. Model CBIS : Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan informasi. Informasi disajikan secara lisan atau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari aplikasi yang berbasis komputer yaitu SIA, SIM, DSS, OA, dan ES. Sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau CBIS digunakan untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer 


EVOLUSI CBIS

Pada pembahasan diatas telah dijelaskan mengenai pengertian , model , kontribusi dan subsistem dari CBIS. Sekarang saya akan menjelaskan mengenai evolusi CBIS. Dalam perjalannya Sistem Informasi Manajemen tidak serta merta langsung menjadi sebuah sistem yang seperti kita rasakan saat ini melainkan ada tahapan-tahapan perkembangan dari sistem yang terfokus untuk menghimpun,menyimpan dan memproses data saja sampai terciptanya sistem yang mengelola data tersebut menjadi sebuah informasi dan dari informasi tersebut terciptalah sistem pendukung keputusan berikut perinciannya :
1.  Fokus awal pada data
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di impelementasikan. Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transasksi.misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvlidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
2.   Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.
3.   Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat.
DSS dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan Sistem Informasi Manajemen sebagaimana diketahui ,SIP lebih memfokuskan diri pada pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan terdefenisi dengan baik,sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis.DSS lebih ditunjuk untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis, dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas.DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan,tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia
Spesifikasi DSS : 
  •  Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi 
  •  Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah 
  • Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
  •  Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial. 
  •  Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar 
  •  Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama. 
  •  Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal. 
  •  Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.
4.   Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
5.   Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan sistem pendukung ini memiliki beberapa karekteristik antara lain :
·       Belajar atau memahami permasalahan berdasarkan penglaman
·       Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi-situasi baru
·       Mampu menangani masalah yang kompleks
·       Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaraan
·       Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan

Kesimpulan :
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan mengenai evolusi CBIS :
1.    Fokus awal pada Fokus awal pada data, pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi  data prosesing (DP) dan sistem informasi akuntansi (SIA)
2.    Fokus baru pada informasi, konsep penggunaan komputer sebagai SIM
3.    Fokus revisi pada pendukung keputusan, sistem pendukung keputusan
4.    Fokus pada komunikasi, perhatian difokuskan pada otomatisasi kantor
5.    Fokus potensial pada konsultasi, contoh sistem pakar.  


Sumber :
6.    id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
7.    staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/abdurrohman-drs.../spk3.pdf
9.    journal.mercubuana.ac.id/data/2-Pendahuluan%20ES.doc
11. http://www.slideshare.net/kankunblogger/pertemuan-3-4evolusi-cbis-4
 



Sabtu, 06 Oktober 2012

Tugas Minggu II

                                                            Arsitektur Komputer

             Arsitektur komputer merupakan suatu konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur disini dapat didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda. Menurut George W. Gorsline bahwa komputer dapat dikemukakan dalam beberapa macam tingkat konsep yang berbeda. Dalam hal ini arsitektur komputer menempati urutan tertinggi kedua setelah diagram blok dalam tingkat konsep.
           Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut- atribut sebuah sistem yang tampak bagi seorang pemrogram yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Contoh atribut arsitektural adalah set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk mempresentasikan bermacam- macam jenis data, mekanisme I/O, teknik- teknik pengalamatan memori.                                                                                                           
1. Klasifikasi Arsitektur Komputer
a. Mesin Von Neumann
       Komputer yang kita kenal pada saat ini sebagian besar adalah Neumann machines ( mesin von Neumann) oleh karena itu banyak yang menyamakan istilah komputer dengan von Neumann machine. Dalam sebuah buku mengatakan bahwa sebuah komputer dikatakan dengan kata von Neumann machine jika memenuhi kriteria sbb :
  •  Memiliki tiga subsistem hardware dasar : sebuah CPU, sebuah sistem memori utama, dan sebuah sistem I/O.
  •  Merupakan komputer storage program ( Program  tersimpan ). Sistem memori utama menyimpan program yang mengontrol operasinya, dan komputer dapat mengubah atau mengurangi data lain yang ada dalam memori. 
  • Menjalankan instruksi secara berurutan. CPU menjalankan atau setidaknya akan menjalankan satu operasi dalam sekali waktu. 
  • Mempunyai atau paling tidak akan mempunyai satu path antara sistem memori utama dan unit kontrol CPU; hal ini biasanya dinamakan von Neumann bottleneck.
b. Mesin non Von Neumann 
        Tidak semua komputer merupakan mesin von Neumann. Flynn, pada tahun 1966 mengklasifikasikan arsitektu komputer menurut berbagai sifatnya yang meliputi jumlah prosesor, jumlah program yang dapat dijalankan dan struktur memori. Klasifikasi itu mencakup kategori :
  • Single instruction stream, single data stream ( SISD)/ satu aliran instruksi, satu aliran data. 
  • Single instruction stream, multiple data stream ( SIMD )/ satu aliran instruksi, beberapa aliran data
  •  Multiple instruction stream, single data stream ( MISD )/ beberapa aliran instruksi, satu aliran data. 
  • Multiple instruction stream, multiple data stream ( MIMD)/ beberapa aliran instruksi, beberapa aliran data.
2. Tingkatan Dalam Arsitektur Komputer
     Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.
a.Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
      Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.
b. Multilayerd Machine
      Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang        sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari           beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.
Berikut tingkatan layer tersebut :
1. Physical  Device Layer
Merupakan komponen elektrik dan elektronik yang sangat penting
2. Digital Logic Layer
Elemen pada tingkatan ini dapat menyimpan,memanipulasi, dan mentransmisi data dalam bentuk represeotasi biner sederhana.
3. Microprogrammed Layer
Menginterprestasikan instruksi bahasa mesin dari layer mesin dan secaa langsung menyebabkan elemen logika digital menjalankan operasi yang dikehendaki. Maka sebenarnya ia adalah prosesor inner yang sangat mendasar dan dikendalikan oleh instruksi program kontrol primitifnya sendiri  yang disangga dalam ROM innernya sendiri. Instruksi program ini disebut mikrokode dan program kontrolnya disebut mikroprogram.
4. Machine Layer
 tingkatam yang paling bawah dimana program dapat dituliskan dan memang hanya instruksi  bahasa mesin yang dapat diinterprestasikan secara langsung oleh hardware.
5. Operating System Layer
Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah.
6. Higher Order Software Layer
Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri.
7. Applications Layer
bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user.
 
   3. Manfaat Arsitektural
a.  Daya terap. Sebaiknya, arsitektur ditujukan untuk aplikasi yang telah ditentukan.
b.  Daya tempa. Bila arsitektur lebih mudah membangun  sistem yang kecil, maka ia akan lebih baik.
c.  Daya kembang. Lebih besar daya kembang arsitektur dalam daya komputasi, ukuran memori, kapasitas I/O, dan jumlah prosessor, maka ia akan lebih baik.
d.  Kompatibilitas ( daya serasi- pasang ). Lebih kompatibelnya arsitektur dengan komputer sebelumnya dari rumpun yang sama, maka ia akan lebih baik.

Kesimpulan :
     Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer merupakan suatu konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini berkaitan dengan atribut- atribut sebuah sistem yang tampak bagi seorang pemrogram yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Singkatnya Arsitektur komputer ini  meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut.


Kognisi Manusia


        Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin yaitu cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi adalah aktivitas mental yang menggambarkan pemrolehan, penyimpanan, transformasi dan menggunakan pengetahuan untuk pengenalan pola, memeriksa memori, metakognisi, dan mengambil keputusan.
a. Pengenalan pola -> menafsirkan rupa- rupa, garis & baris yang membentuk huruf dan kata.
b. Memeriksa memori -> mencari makna kata & mengaitkannya dengan ide yang ada pada sesuatu hal
c. Metakognisi ->  merenungkan 2 tugas yang sedang dijalankannya
d. Mengambil keputusan -> memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu.
       Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencerminkan pemikiran sehingga kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat huruf vokal , atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, dsb. Dengan kognisi, otak manusia secara aktif mengolah info yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk kategori yang baru yang melalui beragam proses mental seperti persepsi, memori, pengenalan pola, perhatian dan imageri.
       Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
        Kognisi manusia dipelajari dalam Neuroscience ( ilmu syaraf ) yang ditinjau dari proses- proses syarafnya dan ilmu komputer ditinjau dari artificial inteligence dan expert sistem. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam mengembangkan kecerdasan buatan.
Taksonomi Bloom tentang dimensi kognitif :
1. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan  menekankan pada poses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah diperoleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. Informasi-informasi yang dimaksud di sini berkaitan dengan simbol-simbol matematika, terminologi dan peristilahan, fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip.
2. Pemahaman (Comprehension)
Pemahaman adalah tingkatan yang paling rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan atau mengerti tentang sesuatu. Dalam tingkatan ini, diharapakn mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa perlu menghubungkannya denga ide-ide lain degan gejala implikasinya.
3. Penerapan (Aplication)                                                                                               
Penerapan adalah kemampuan kognisi yang mengharapkan untuk mampu mendemonstrasiakan pemahaman mereka berkenaan dengan sebuah abstraksi melalui pengunaannya secara tepat sesuai dengan situasi yang ada dihadapannya.
4. Analisis (Analysis)
Analisis  adalah kemapuan untuk memilah sebuah struktur informasi ke dalam komponen-komponen sedemikian hingga hierarki dan keterkaitan antar ide  dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas
5. Sistesis (Syntesis)
Sistesis adalah kemampuan untuk mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang unik atau sistem. Contohnya adalah memformulasikan teorema-teorema matematika dan mengembangkan struktur matematika.
6. Evaluasi( Evaluation)
Evaluasi  adalah kegiatan membuat penilaian (judgement) berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara atau metode. Evaluasi adalah tipe yang tertinggi diantara ranah-ranah kognitif yang lain karena melibatkan ranah yang lainnya, mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis hingga sintesis. Evaluasi dapat memandu seseorang untuk mendapat pengetahuan baru, pemahaman yang lebih baik, penerapan baru, dan cara baru yang unik dalam analisis atau sintesis
Fungsi- fungsi kognisi
1. Atensi dan kesadaran
Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi
2. Persepsi
Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.
3.  Ingatan
Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
4. Bahasa
Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi. Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan. Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguistik
5. Pemecahan masalah dan kreativitas
Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna.

Kesimpulan :
       Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kognisi manusia adalah suatu proses mental yang menggambarkan pemrolehan, penyimpanan, transformasi dan penggunaan pengetahuan. Proses kognisi manusia dapat dimengerti dengan baik bila membandingkan pemrosesan info pada komputer. Otak manusia secara aktif mengolah info yang diterima dalam bentuk dan kategori baru melalui beragam proses mental. Melalui prinsip- prinsip kognisi, seseorang dapat memproses informasi secara efisien dan terorganisasikan dengan baik.




Hubungan Arsitektur Komputer dengan Kognisi manusia.


         Dari penjelasan mengenai arsitektur komputer dan kognisi manusia di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara arsitektur komputer dan kognisi manusia adalah keduanya secara inti sama-sama mempunyai proses yang sama mengenai pemrosesan informasi. Manusia yang membuat arsitektur komputer program dan manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu. Sehingga arsitektur komputer merupakan refleksi dari struktur kognisi manusia . Bagaimanapun juga kognisi manusia tetap lebih bagus daripada Arsitektur komputer. Kognisi manusia lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Arsitektur komputer dikategorikan sebagai ilmu dan seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.


Sumber
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
2. journal.mercubuana.ac.id/.../ARSITEKTUR%20%20KOMPUTER1.d...
3. Suryadi D., Bunawan. 1996. Pengantar Perancang Sistem Informasi. Depok :     Universitas gunadarma
8. Materi fotokopi Psikologi kognitif
9. tugaskuliah.googlecode.com/files/HandOutArsitekturKomputer.pdf
 10. mti.ugm.ac.id/~yudha/ORKOM/PERTEMUAN%201.ppt


Minggu, 30 September 2012

Tugas Minggu I

 INFORMASI

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi).
Istilah informasi mempunyai banyak arti tergantung pada konteksnya namun secara umum informasi berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negontropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Data adalah deskripsi tentang benda , kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna. Data seringkali disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui proses transformasi, data dibuat menjadi bermakna. Dengan adanya informasi tingkat kepastian meningkat.
Data   ->   Proses   ->  Informasi
Jadi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
LINGKUNGAN INFORMASI
informasai merupakan salah satu sumber daya penting dalam manajemen modern. Banyak keputusan strategis yang bergantung pada informasi. Informasi tidak hanya dipakai untuk kepentingan internal dalam organisasi, tetapi juga dipakai oleh pihak eksternal ( di luar organisasi ). Pemakai internal meliputi staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga manajemen tingkat atas, sedangkan pemakai eksternal dapat berupa pelanggan, pemasok, atau mitra kerja, dinas pajak, dll.
Arus informasi dalam suatu organisasi dapat mendatar atau vertikal. Pada arah mendatar informasi digunakan untuk kegiatan operasional. Pada arah vertikal informasi mengalir pada semua level manajemen. Arus informasi yang mengalir ke atas berisi rangkuman kinerja operasional. Semakin tinggi manajemen semakin ringkas informasi yang diperlukan. Informasi juga mengalir dari internal ke eksternal atau sebaliknya.
JENIS INFORMASI
1. Formal : Informasi yang dihasilkan dalam organisasi.
2. Informal : Informasi yang dihasilkan diluar organisasi
CIRI- CIRI INFORMASI
1. Benar atau salah.
2. Baru.
3. Tambahan.
4. Korektif.
5. Penegas.
KUALITAS INFORMASI
1.Relevansi : Informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi, data yang digunakan untuk diproses seharusnya ada hubungannya dengan masalahnya sehingga informasi yang diberikan bisa sesuai dengan masalah yang dihadapai.
2. Ketepatan Waktu : Informasi yang dihasilkan tepat waktu, kalau saat ini kita membutuhkan suatu informasi maka informasi yang kita butuhkan itulah yang kita dapatkan. Informasi tidak datang waktu yang dah lewat atau sebelumnya.
3. Keakurasian : Informasi yang dihasilkan benar-benar akurat, data yang dimasukkan dan proses yang digunakan didalam sistem harus benar sesuai dengan kenyataan atau proses harus sesuai dengan perumusan-perumusan yang sesuai.


SISTEM

Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang saama , maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
ELEMEN SISTEM
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia,  proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
SUBSISTEM DAN SUPERSISTEM
Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka. Masing-masing system ini terdiri dari system tingkat yang lebih rendah lagi.
Supersistem. adalah system yang lebih besar dari suatu system
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem ABSTRAK (Abstract system )
Sistem ini merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh : Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia
2. Sistem FISIK (Physical system)
Sistem fisik merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap mahluk dapat melihatnya.
Contoh : Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produks
3. Sistem ALAMIAH (Natural system) Sistem alamiah ini adalah sistem yang terjadi dari proses - proses alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia.
Contoh : Sistem Geologi : sungai, pegunungan ,Sistem Solar : galaxy, tata surya
4. Sistem buatan manusia (Human made system)
Sistem ini merupakan sistem yg dirancang & didisain oleh manusia.
Contoh : Sistem Informasi - manusia - komputer
              Man - machine system / human-machine system
              Interaksi antara manusia dan mesin
5. Sistem Deterministik (Deterministic System ) Sistem yg beroperasi dengan tingkah laku yg dapat diramalkan disebut sistem deterministik . Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan.
Contoh : Sistem Komputer
6. Sistem Tak Tentu (Probabilistic System )
Sistem ini adalah sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas.
Contoh : Sistem Manusia
7. Sistem Tertutup (closed system) Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yg benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system )
8. Sistem Terbuka (open system)
Sistem ini kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yg berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik, agar yg masuk hanya pengaruh - pengaruh yang baik saja.
Contoh : sistem kebudayaan Indonesia
KEDUDUKAN SISTEM INFORMASI SEBAGAI SISTEM
1. Sistem buatan manusia
2. terbuka
3. bersifat fisik
4. dapat tergolong sebagai sistem probabilistik atau deterministik ( tergantung pada titik pandang untuk meninjaunya. )


PSIKOLOGI

PENGERTIAN PSIKOLOGI
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Psychē yang berarti jiwa dan logia yang artinya ilmu sehingga secara etimologi, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Menurut Morgan, Psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia dan binatang serta penerapannya pada permasalahan manusia.
PSIKOLOGI SEBAGAI SUATU ILMU
Psikologi adalah suatu ilmu. Suatu ilmu adalah sutu tubuh pengetahuan yang sistematis yang diperoleh dengan mengobservasi dan mengukur kejadian- kejadian secara hati- hati. Ahli psikologi melakukan observasi dan eksperimen yang dapat diulang oleh orang lain. Bagian penting dari kebanyakan ilmu termasuk psikologi adalah pengukuran. Pengukuran di psikologi seringkali sulit dilakukan karena banyak hal yang dipelajari di psikologi tidak dapat diukur secara langsung dengan skala fisik.
PENERAPAN PSIKOLOGI
Psikologi diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah hidup contohnya mengatasi ketakutan anak terhadap gelap.
PSIKOLOGI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI PERILAKU
Perilaku itu meliputi segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia atau binatang yang dapat diamati dalam beberapa cara.

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.
Secara sederhana sistem informasi merupakan sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus : Input -> proses ->  output.
Fungsi sistem informasi adalah membantu individa/ kelompok melaksanakan aktivitas dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, pengambilan keputusan. Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi, tak hanya di negara maju , di Indonesia pun sistem informasi telah banyak diterapkan di mana- mana seperti di kantor, di pasar, di bandara dan bahkan di rumah ketika bercengkerama dengan dunia internet.
Psikologi didefinisikan sebagai kajian ilmiah tentang tingkahlaku dalam proses mental organisasi. Aspek psikologi sebenarnya lebih mengarah kepada manusia sebagai pengguna sistem informasi yang ada.
Sistem informasi psikologi memuat aspek- aspek psikologis dalam perkembangan organisasi  berbasis sistem informasi. Contoh dari sistem informasi psikologi disini adalah seperti tes- tes psikologis yang sekarang sudah banyak ditemui di internet, konseling online, dll.

Sumber :
1. Kadir Abdul. 2002. Pengenalan Sistem Informasi.  Yogyakarta : Andi
2. www.wikipedia.org
3  http:// Rakota. blogspot.com
4. http://Achsan. Staff-gunadarma. ac.id
5. http://Yasinaaachien.blogspot.com
6. http://tikhajocham.blogspot.com
7.http:// ivaninternisti.wordpress.com
8. http://blog.re.or.id
9. http://selviulpah.blogspot.com/2010/10/penjelasan-sistem-subsistem-supersistem.html
10. http://zeresy.blogspot.com/2011/12/3.html
11. http://keykhesweet.wordpress.com/sistem-informasi-psikologi/
12. Riyanti dkk.1996. Psikologi Umum 1. Depok: Universitas Gunadarma